Presiden AS Barack Obama rencananya dalam waktu dekat akan mengeluarkan pernyataan mengenai keberhasilan AS menewaskan musuh nomor satu 'Negeri Paman Sam' tersebut.
Tewasnya Osama merupakan keberhasilan besar bagi Obama dan tim keamanannya. Pendahulu Obama, George W Bush selalu berjanji akan menangkap atau menewaskan Osama yang disebut bertanggung jawab atas serangan teroris pada 11 September 2001 namun tidak pernah berhasil. (Sumber : Reuters)
Al-Qaeda Yaman Janji Balas Kematian Osama bin Laden

Aden - Seorang pemimpin cabang Al-Qaeda di Yaman selatan Rabu (4/5) berjanji membalas pembunuhan pemimpin global jaringan tersebut Osama bin Laden oleh pasukan AS.
"Kami akan membalas kematian Syeikh Osama bin Laden dan membuktikan hal ini kepada musuh-musuh Tuhan," katanya ketika dihubungi melalui telepon dari Provinsi Abyan, yang merupakan markas Al-Qaeda di Yaman selatan.
"Mereka akan melihat sesuatu yang tidak mereka harapkan... Kami sedang mempersiapkan rencana untuk melanjutkan jihad pada periode mendatang," kata pemimpin Al-Qaeda itu, yang tidak bersedia disebutkan namanya karena alasan keamanan. "Kematian syahid Syeikh Osama tidak berarti jihad berakhir," katanya.
Menurut pejabat itu, Osama telah mempersiapkan ribuan 'singa' seperti dirinya dan mereka akan mengikuti jalur Osama sampai mencapai janji Tuhan kepada mereka yaitu Kekhalifahan Islam.
Washington mengumumkan, Senin (2/5), pasukan komando AS menembak mati Osama dalam penyerbuan terhadap vilanya di dekat Islamabad, Ibu Kota Pakistan.
Penduduk di kota-kota Mudia, Mahfad, dan Loder di Provinsi Abyan yang semuanya dikendalikan Al-Qaeda mengatakan, para pendukung jaringan jihad yang berkabung atas kematian Osama memasang spanduk hitam di rumah mereka dan di jalan.

Cabang-cabang Al-Qaeda Saudi dan Yaman menyatukan diri pada Januari 2009 dan membentuk Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), yang menimbulkan ancaman serius bagi kepentingan AS dan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh.
Yaman adalah negara leluhur pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden dan hingga kini masih menghadapi kekerasan separatis di wilayah utara dan selatan. (Sumber : MI)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar